Find and Follow Us

Minggu, 19 Januari 2020 | 09:31 WIB

Alat Berat Laku Keras, Pendapatan INTA Capai Rp2 T

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Minggu, 30 Oktober 2011 | 17:10 WIB
Alat Berat Laku Keras, Pendapatan INTA Capai Rp2 T
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Penjualan alat berat mendongkrak pendapatan PT Intraco Penta Tbk (INTA) sebesar 50,6% (year on year) menjadi Rp2,07 triliun, pada triwulan III 2011.

Demikian berdasarkan keterangan tertulis perseroan di Jakarta, Minggu (30/10). Pendapatan Intraco pada periode yang sama tahun sebelumnya tercatat sebesar Rp1,4 triliun.

"Sebagian besar pendapatan INTA tersebut dikontribusikan oleh angka penjualan alat berat yang mencapai Rp1,7 triliun naik 50,3 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,1 triliun," ungkap Presiden Direktur INTA Petrus Halim dalam keterangan tersebut.

Petrus menambahkan, pertumbuhan angka penjualan INTA tersebut tak lepas dari pesatnya pertumbuhan sektor pertambangan yang banyak memerlukan alat berat.

"Selama periode Januari 2011 hingga September 2011, INTA meraih penjualan sebanyak 1.163 unit atau meningkat 97,8 persen dari total penjualan alat berat per 30 September 2010 yang mencapai 588 unit," paparnya.

Bahkan, lanjut Petrus, total penjualan September 2011 ditambah dengan pesanan yang telah tercatat (order on hand) sebesar 175 unit, telah mencapai 1.338 unit atau melampaui target 2011 yang sebesar 1.293 unit. "Angka tersebut juga sudah lebih besar dari total penjualan tahun 2010 sebesar 835 unit," tuturnya.

Kenaikan pendapatan ini turut mendongkrak pencapaian laba bersih sebesar Rp68,1 miliar atau naik 50,6% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2010 yang hanya sebesar Rp45,8 miliar.

Menurut Petrus, bila dilihat dari sektor usahanya, kenaikan signifikan laba bersih tersebut terutama didorong oleh pendapatan dari sektor pertambangan (73%), disusul sektor-sektor lainnya yakni industri umum (9%), infrastruktur (10%), kehutanan (2%), agribisnis (2%), minyak & gas (1%) dan lain-lain (3%).

Adapun total aset perseroan per akhir September 2011 adalah sebesar Rp3,08 triliun.

Komentar

Embed Widget
x