Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 12:36 WIB

Optimisme Eropa Topang Bursa Asia

Oleh : Vina Ramitha | Jumat, 7 Oktober 2011 | 17:15 WIB
Optimisme Eropa Topang Bursa Asia
xinhua.com
facebook twitter

INILAH.COM, Sydney Bursa Asia ditutup positif pada perdagangan akhir pekan, Jumat (7/10) dan mendekati gain terbanyaknya selama dua hari terakhir. Hal ini disebabkan optimisme kondisi perekonomian di Eropa.

Indeks Komposit Morgan Stanley (MSCI) Asia Pasifik (APAC) menguat 2,1%, naik hampir 5,1% selama dua hari terakhir atau tertinggi sejak April 2009. Rasio perdagangan, lebih dari tiga saham naik untuk setiap satu yang melemah. Indeks ini sempat anjlok 16% kuartal lalu atau tertinggi sejak 2008 karena buruknya kondisi di Eropa dan Amerika.

Komisi Eropa menekankan capital injection secara terkoordinasi ke sektor perbankan. Hal ini dilakukan untuk melindungi mereka dari kegagalan yang merupakan dampak dari krisis kredit Yunani. Saham-saham perbankan Eropa langsung rally setelah pengumuman dari Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Jean-Claude Trichet.

"Sepertinya pejabat Eropa mengerti situasi sistem perbankan dan mereka mau melakukan rekapitalisasi. Namun kita belum melihatnya. Resikonya baru nyata nanti saat kita menyaksikan pengumumannya," papar Belinda Allen, analis investasi senior di Colonial First State Global Asset Management di Sydney. Demikian dikutip dari Bloomberg.

Bursa Nikkei naik 1% dan melanjutkan penguatan 1,7% sejak kemarin. Indeks Kospi di Korea Selatan menguat 2,9% dan Australia naik 2,3% yang merupakan kenaikan pekanan terbesarnya dalam setahun terakhir. Pasar Hang Seng di Hong Kong menguat 3,1%.

Menteri Keuangan AS Timothy Geithner juga menghembuskan angin sejuk ke sektor perbankan, dengan menyatakan bank-bank Amerika telah menguat. Pernyataan tersebut disambut positif, didukung laporan Kementerian Tenaga Kerja AS yang menunjukkan kenaikan tunjangan pengangguran tak sebesar prediksi sebelumnya.

National Australia Bank naik 3,9%. Bank terbesar Jepang berdasarkan valuasi pasarnya, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc., menguat 0,6%. Kenaikan juga terjadi pada saham produsen otomotif terbesar Asia, Toyota Motor Corp. dengan 0,4% dan Samsung Electronics Co. yang menguat 0,6%.

Hutchinson Whampoa menguat 10,5% dan Li & Fung melonjak 7,6%. Sektor komoditas memimpin di hari kedua setelah harga minyak untuk November naik 3,7% di New York. Indeks Thomson/Reuters CRB untuk bahan baku juga menguat 2%. Tentunya, hal ini berpengaruh positif ke saham-saham komoditas.

BHP Billiton Ltd., perusahaan tambang terbesar dunia, menguat 2,5% dan rivalnya yang perusahaan tambang terbesar kedua, Rio Tinto group, naik 4,9% atau terbesar dalam tiga hari terakhir sejak 2009. Korea Zinc Co. yang produsen logam, membubung 15% di Seoul. Perusahaan minyak lepas pantai terbesar China, Cnooc Ltd., naik 4,4%.

Produsen emas terbesar Australia, Newcrest Mining Ltd., naik 2% di Sydney setelah futures emas untuk Desember naik 0,7% di New York. Zijing Mining Group Co. juga ikut menguat 14% di Hong Kong.

Year-to-date, MSCI APAC turun 20% dan PER berada pada 11,3 kali. Diantara saham yang melemah adalah Sony Corp. dengan 3,7%. Perusahaan ini hampir menutup kesepakatan membeli saham Ericsson AB, divisi ponselnya.[ast]

Komentar

Embed Widget
x