Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 22:39 WIB

Pasar Tersapu Tsunami Ancaman Default Yunani

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 3 Oktober 2011 | 18:33 WIB
Pasar Tersapu Tsunami Ancaman Default Yunani
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Rupiah dan IHSG kompak rontok. Para investor berburu safe haven terutama US Treasury dan emas untuk menghindari aset-aset berisiko setelah Yunani dinyatakan default teratur.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, pelemahan rupiah hari ini dipicu oleh para investor yang mengalihkan portofolio mereka ke aset-aset safe haven seperti obligasi AS (US Treasury) dan emas. Menurutnya, kondisi itu dipicu oleh ketakutan terhadap risiko default Yunani yang semakin tinggi.

Pasalnya, otoritas Athena menyatakan, target defisit 2011 bakal meleset sehingga Yunani membutuhkan dana tambahan lebih besar. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya 9.070 dan 8.898 sebagai level terkuatnya dibandingkan posisi pembukaan 8.945 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (3/10).

Kurs rupiah $ di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (3/10) ditutup melemah tajam 118 poin (1,34%) ke level 8.898/8.908 per dolar AS dari posisi kemarin 8.780/8.800.

Defisit Yunani 2011 diperkirakan mencapai 8,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini jauh lebih tinggi dari target sebelumnya 7,6% untuk 2011 sekaligus menjadi syarat pendonor utang.

Di sisi lain, beban Yunani juga semakin berat karena pada 2012 defisit itu harus direduksi lebih rendah lagi ke level 6,8% PDB. "Angka ini pun masih di atas target pemberi utang di level 6,5% defisit Yunani tahun depan," ungkap dia.

Sejauh ini, menurut Christian, pembuat kebijakan Uni Eropa masih menunda 'default kasar'. Karena itu, default Yunani diupayakan menjadi default teratur atau halus (orderly default). Artinya, kreditor Yunani dipaksa untuk mengambil diskon 50% atas investasi mereka. "Tujuannya, agar sektor perbankan di Eropa mampu menghadapinya," imbuh Christian.

Inilah yang memicu pelemahan rupiah hari ini dan IHSG rontok hampir 6%. "US Treasury mendapatkan arus capital inflow sehingga dolar AS menguat secara otomatis," ucap Christian.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat 0,51% ke level 79,47 dari sebelumnya 79,30. "Terhadap euro, dolar AS menguat ke level US$1.3354 dari sebelumnya US$1.3390 per euro," Christian.

Dari bursa saham, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, sekarang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) terkoreksi 200,32 poin (5,64%) ke level 3.348,708 atau lebih dalam dari pada koreksi indeks Hang Seng. Apakah IHSG baru saja terkena tsunami?

Menurut Satrio, kerontokan itu adalah ongkos yang harus dibayar ketika IHSG berani tampil beda pekan lalu, sebagai akibat dari posisi net buy yang cukup besar dari pemodal lokal. "Ketika net buyer itu berhenti (seiring pernyataan Menteri Keuangan bahwa kondisi sudah aman), berarti IHSG akan bergerak normal lagi, menyesuaikan ketidaknormalan yang terjadi selama sepekan terakhir.

Dalam kondisi terbaiknya, IHSG sebenarnya bisa ditutup di atas suport 3.400 hari ini. Tapi, yang realistis, lebih baik menunggu indeks masuk ke kisaran suport 3.217 3.309 dulu. "Setelah itu, baru kita berpikir untuk positioning," ungkapnya. [mdr]

Komentar

Embed Widget
x