Find and Follow Us

Rabu, 11 Desember 2019 | 05:24 WIB

BEI: IHSG Turun 5,64% Didominasi Faktor Global

Oleh : Agustina Melani | Senin, 3 Oktober 2011 | 17:37 WIB
BEI: IHSG Turun 5,64% Didominasi Faktor Global
inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 5,64% ke 3.348 pada perdagangan saham Senin (3/10) masih dipengaruhi krisis utang Eropa dan krisis likuiditas perbankan. Selain itu, bursa saham Indonesia mengikuti penurunan bursa saham Asia.

"Bursa saham Indonesia follow the tren dan mengikuti faktor eksternal. Saat ini pelaku pasar masih menunggu kepastian solusi penyelesaian krisis utang di Eropa," ujar Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito, saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (3/10).

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan kondisi ekonomi dan bursa saham global tak pasti. Ini membuat emerging market termasuk Indonesia mudah dipengaruhi sentimen eksternal.

Selain itu, ada investor instituasi asing yang baru masuk ke Indonesia melihat potensi Indonesia besar dalam satu-dua tahun terakhir membuat asing turut lepas saham di tengah bursa saham global dan regional tak pasti.

"Banyak investor institusi baru masuk ke Indonesia. Mereka investor yang belum terlalu mengenal fundamental ekonomi Indonesia, jadi situasi begini mereka keluar saja, jadi tak punya rasa emosional memiliki," kata Eddy.

Eddy menilai, penurunan IHSG sebesar 5,64% hari ini dinilai bukan karena forced sell yang besar. "Indeks saham turun 5% pasti ada forced sell tapi tidak terlalu besar, di dalam situasi seperti ini emerging market dominasi memang dipengaruhi asing," tutur Eddy.

Sementara itu Kepala Riset PT Sinarmas Sekuritas Jeff Tan mengatakan, penurunan IHSG masih seputar krisis utang Eropa dan krisis likuiditas perbankan. Isu ini masih ditambah ada wacana atau pembahasan secara akademik mengenai kemungkinan Yunani dikeluarkan dari Uni Eropa.

Sentimen eksternal lain juga didorong dari perlambatan ekonomi global yang diperkirakan akan melambat. "Laporan anggaran defisit pemerintah Yunani juga di atas ekspektasi dan di atas batas minimum yang disepakati sebelumnya," tambah Jeff.

Dengan kondisi bursa saham Indonesia tak pasti, Eddy menyarankan investor dapat melakukan pembelian saham secara selektif dengan bertahap. "Ini kesempatan untuk beli saat harga saham sudah murah, tapi memang belinya secara bertahap," kata Eddy. [hid]

Komentar

Embed Widget
x