Kamis, 17 Mei 2012 | 04:08 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Pelbagai Teori Tertundanya IPO Facebook
Headline
facebook
Oleh: Th. Asteria
pasarmodal - Jumat, 16 September 2011 | 10:45 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta-Baru saja tersiar kabar bahwa Facebook menunda penawaran saham perdananya. Pelbagai teori pun berkembang, dari menghindari tanggungjawab publik, kondisi pasar yang tidak menentu hingga target kinerja yang tidak tercapai. Mana yang benar?

Sam Hamadeh, kepala eksekutif PrivCo mengatakan penundaan IPO Facebook adalah karena perusahaan gagal meraih target pendapatan sebesar US$400 juta pada semester pertama 2011. Menurutnya, jika ini adalah perusahaan publik, sahamnya akan anjlok secara dramatis, mungkin sepertiga dalam semalam. "Hal ini konsisten dengan kejatuhan pegerakan Facebook pertama kalinya baru-baru ini di pasar utama AS, Inggris, Kanada dan Australia," ujarnya, seperti dikutip dari telegraph.co.uk.

PrivCo, yang mempelajari perusahaan swasta, mengatakan, dokumen yang diedarkan Goldman Sachs pada Januari mengatakan Facebook akan membuat lebih dari US$ 4 miliar dalam pendapatan 2011, berdasarkan proyeksi "konservatif".

Dokumen-dokumen yang diedarkan kepada investor, ketika Goldman Sachs dibajak US$ 450 juta oleh Facebook meramalkan bahwa raksasa jaringan sosial akan membuat setidaknya US$ 2 miliar pendapatan pada semester pertama ini. Namun, menurut sumber yang dekat dengan raksasa jejaring sosial, pendapatan Facebook hanya mencapai US$ 1,6 miliar dalam enam bulan pertama 2011.

Angka-angka yang bocor menunjukkan pendapatan dua kali lipat dari tahun ke tahun, namun mereka masih jauh dari proyeksi internal dan diperkirakan telah mengguncang para eksekutif sehingga menunda rencana ekpansinya.

Pada Juli, penggunaan Facebook turun hampir 4% ke level terendah sejak 2009, memicu kekhawatiran bahwa ia telah mencapai titik jenuh. "Kami tidak percaya, mengingat kerugian momentum dan ancaman kompetitif baru yang tidak diketahui dari Google +, IPO Facebook akan terjadi pada musim semi 2012 atau bahkan dalam 12 bulan ke depan," kata Hamadeh.

PrivCo mengatakan perusahaan tampaknya tidak akan meluncurkan IPO setidaknya hingga satu tahun ke depan. Seperti diketahui, Facebook diharapkan listing pada Oktober atau November tahun ini. Namun, IPO Facebook diundur pada April 2012, berlanjut pada penundaan hingga September atau bulan-bulan sesudahnya. Adapun jaringan berita bisnis CNBC melaporkan awal tahun ini bahwa Facebook akan melakukan IPO dengan nilai lebih dari US$100 miliar.

Sebelumnya menyeruak kabar, bahwa penundaan IPO ini disebabkan kondisi pasar yang penuh ketidakpastian. Hal ini juga menimpa perusahaan lain yang akan melantai, seperti Groupon dan Zynga.

Pasar memang bergerak sangat liar karena krisis utang Eropa dan melambatnya penulihan ekonomi AS.

“Volatilitas membuat beberapa perusahaan merasa ini bukan saat yang tepat untuk melakukan IPO,”ujar Don Reisinger di CNET.

Namun, menurut The Financial Times, mengutip orang yang dekat dengan perusahaan, penundaan IPO tidak berkaitan dengan kondisi pasar yang saat ini tidak jelas. Hal ini karena pendiri Facebook, Mark Zuckerberg ingin menunggu sampai September mendatang atau kemudian, agar karyawan tetap fokus pada pengembangan produk, daripada mengeluarkannya. "Perang bakat Silicon Valley mungkin juga menjadi faktor penundaan IPO Facebook," kata Financial Times.

Ada kemungkinan beberapa karyawan bersemangat untuk go public perusahaan, karena mereka dapat mendapat uang tunai dan keluar. Namun Zuckerberg berharap dapat menjaga bakat utama itu hingga musim panas 2012 dalam rangka untuk menyelesaikan penggelaran produk tertentu. Facebook yang berbasis di Palo Alto, California, adalah jaringan sosial terbesar di dunia dengan lebih dari 750 juta anggota.

CEO Facebook Mark Zuckerberg sendiri telah berulang kali mengatakan, ia tidak terburu-buru menjadikan Facebook sebagai perusahaan publik. "IPO sering dimaksudkan untuk menambah uang saku, sesuatu yang tampaknya kurang perlu bagi jaringan sosial blockbuster," kata Mobiledia di Forbes.

Teori lain tentang tertundanya IPO adalah karena Facebook ingin menghindari tanggung jawab go public.Lise Buyer, konsultan yang disewa Google ketika go public mengatakan, ada keuntungan menjadi perusahaan pribadi. "Anda tidak harus menjawab panggilan telepon investor atau muncul di konferensi investor."

“Itulah mengapa banyak analis menyarankan perusahaan tidak IPO, kecuali benar-benar diperlukan," kata Mobiledia.

Teori terakhir adalah bahwa Facebook meniru strategi Google.Menurut Peter Thiel, investor besar di Facebook dan Silicon Valley, Facebook mengikuti jejak Google. Raksasa pencarian ini menunda IPO selama 1,5 tahun, menunggu sampai perusahaan mendominasi sektor pencarian. "Itu adalah strategi bersaing yang baik," katanya. "Dan pasar menuju budaya yang berorientasi nilai jangka panjang, bukan kuartalan."

Sementara terkait pendapat Sam Hamadeh, bahwa tertundanya IPO facebook disebabkan target kinerja yang tidak tercapai, Henry Blodget, pengamat pasar sekaligus kolumnis di businessinsider.com menilai tidak masuk akal.

Menurutnya, tidak ada bukti kuat bahwa Facebook telah ‘menunda’ IPO-nya, atau paling tidak memastikan tanggal peluncurannya. Selain itu, kesimpulan pendapatan Hamadeh atas Facebook dinilai tidak wajar.

Hamadeh, lanjutnya, sudah dikenal sebagai analis yang mempublikasikan hal-hal buruk tentang Facebook, salah satunya melaporkan bahwa manajemen Facebook berada dalam kepanikan, karena pertumbuhan kinerja perusahaan menemui hambatan.

Blodget menilai, belanja iklan, yang menopang pendapatan FB, mengalami pelemahan tajam pada kuartal pertama. Sedangkan peningkatan baru terjadi pada kuartal empat. Jadi, meskipun bisnis media tidak tumbuh sama sekali, semester kedua tahun ini diperkirakan akan mencatat kenaikan lebih besar ketimbang paruh pertama.

FB juga berkembang pada tingkat yang luarbiasa, lebih dari 100% dari tahun ke tahun. Jadi, meskipun belanja iklan pada tiap kuartal sama, perusahaan harus berekspektasi adanya peningkatan pada semester kedua ketimbang yang pertama.

Menurut Blodget, satu hal yang pasti, yakni bahwa pendapatan Facebook tidak tumbuh secepat Google. Facebook harus mencatatkan pendapatan setidaknya US$ 2,5 miliar pada semester kedua 2011, atau lebih, sehingga dapat membukukan pendapatan US$ 4,2 miliar tahun ini. “Ini baru akan sejalan dengan perkiraan Goldman,”katanya. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Minggu, 2 Oktober 2011 | 11:04 WIB
siapa yang bilang kalau pendapatan pacebook kurang menurut saya pendapatan pacebook lebi besar setiap hari bahkan orang orang di seluru dunia tanpa ada batas waktu untuk berpacebook bagaimana mungkin jika anda katakan seperti begitu ........
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.