Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 20:40 WIB

Bapepam Lindungi Pejabat Bermasalah?

Oleh : Th. Asteria | Minggu, 21 Agustus 2011 | 13:10 WIB
Bapepam Lindungi Pejabat Bermasalah?
Bapepam - kontan.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Kendati sudah tercium oleh publik, Bapepam LK tetap bersikerastidak ada pegawainya yang terlibat dalam pembobolandana publik di PT Askrindo(Persero) senilai 500 miliar.

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Bapepam Nurhaida menyatakan kontrakinvestasi yang dilakukan oleh Askrindo dan MI tidak sesuai dengan aturan pasarmodal. Namun, ia bersikukuh tidak ada pegawainya yang terlibat dalam pembobolan dana publik di PT Askrindosenilai 500 miliar.

"Kita belum bisa bicara penonaktifan. Kecuali polisibenar-benar sudah menetapkan jadi tersangka, itu baru bisa dilakukan," katanya akhir pekan lalu.

Hal ini diungkapkan, setelah pengamat pasar modal Prof Dr Adler Manurung mengatakan, telah terjadi moralhazzard dan kongkalikong antara regulator (Bapepam) dan MI. Bapepam pun harusmenonaktifkan kepala biro yang terindikasi terlibat agar memudahkan prosespenyidikan dan pemeriksaan oleh Kepolisian.

"Bagaimana mungkinPromissory Notes (PN) masuk reksadana. PN bukan produk pasar modal, tidakdirating, tidak melalui mekanisme penawaran umum," tukas mantan Ketua AsosiasiPengelola Reksadana Indonesia itu.

Seperti diketahui, data investigasi di tim Penyidik Polda Metro Jaya mengindikasikantelah terjadi pembobolan dana publik di Askrindo sejak 2007. Pada periodetersebut, telah terjadi pentransferan dana sekitar Rp500 miliar dari rekening depositoAskrindo di sebuah bank BUMNke lima perusahaan manajer investasi. Namun dalamselang waktu tidak lama, dana kembali ditransfer ke rekening Askrindo.

Penyidik Polda telah memegang rekaman transaksi aneh ini dari PPATK dan sedang mengembangkan penyidikan terkait indikasi pencucian uang/money laundering.Adapun kegiatan pencucian uang ini bisa saja disamarkan dengan berbagai cara, misalnyadengan melakukan pembelian produk pasar modal.

Terlihat pada 2007, dimana Bapepam memberi izin efektif penerbitan Reksadana Harvestindo Istimewa,satu-satunya reksadana yang boleh menggunakan Promissory Notes sebagai underlying-nya. Promisorry Notes ini adalah surat sanggup bayar UKM-UKM yangdijamin kreditnya oleh PT Askrindo.

Banyak kalangan mempertanyakan mengapa Bapepam mendiamkan kesalahanpengelolaan investasi ini begitu lama, kalau memang terbukti melanggar aturanpasar modal. Bahkan untuk kepentingan penyidikan dan pemeriksaan di Polda MetroJayahari Senin (22/8) mendatang saja, Bapepam hanya akan mengirim saksi ahli.

Menurut pengamat investasi dan politikus Dradjat Wibowo, Bapepam selakupengawas pasar modal telah melakukan kesalahan serius yaitu lalai dalampengawasan. Parahnya lagi, kelalaian pengawasan ini sengajadilakukan Bapepam terhadap laporan transaksi mencurigakan antara perusahaan MIdan Askrindo.

Telah terjadi perbedaan pencatatan sejak 2007, dimana PT Askrindomencatat ada dana Rp500 miliar ditempatkan dalam investasi reksadana di 5 MI, namun dilaporan bulanan MI tidak ada dana Askrindo."Kelalaian pengawas pasar modalyang dilakukan dengan sengaja dan mengakibatkan kerugian bagi pihak lain sudahbisa dipidana" tegas Dradjat .

Dradjat pun yakin adaoknum pejabat Bapepam ikutbermain. Dalam dugaan yang diutarakan sebuah LSM pimpinan Eggy Sujana, menyebut KepalaBiro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK, Djoko Hendrato dan Kepala BiroPemeriksaan dan Penyidikan, Sardjito terlibat dalam kasus pembobolan dana publikdi Askrindo.

Polda Metro Jaya telah menahan dua tersangka yaitu pejabat dariAskrindo berinisial ZL dan RS dengan tuduhan tipikor pencucian uang dan membuatrekayasa keuangan bekerjasama dengan perusahaan MI. Penyidik mengembangkanke semua pihak yang diindikasi terlibat termasuk oknum Bapepamsebagai pengawas pasar modal.

Sementara itu dalam waktu dekat Komisi 11 DPR RI segera memanggil Bapepam danAskrindo untuk mengklarifikasi masalah yang melibatkan kedua institusipemerintah itu. [ast]

Komentar

Embed Widget
x