Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 08:04 WIB

Willy Sanjaya

Seven Brothers Layak Jadi Fokus Pasar

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 18 Agustus 2011 | 03:03 WIB
Seven Brothers Layak Jadi Fokus Pasar
Willy Sanjaya - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Saham BNBR, sudah layak jadi fokus pasar saat ini. Positifnya ekspektasi laba bakal memastikan terlaksananya kuasi reorganisasi emiten. Kinerjanya pun bakal kinclong hingga 5 tahun mendatang.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengungkapkan hal itu kepada INILAH.COM. Dia memperkirakan, laba bersih PT Bakrie and Brothers (BNBR.JK) mencapai Rp100-200 miliar pada kuartal II/2011. Karena itu, dalam pekan ini, saham BNBR.JK bisa ditutup di level resistance Rp73 dan akan bertenger di level Rp75-85 pekan depan.

Dia menargetkan harga BNBR di level Rp160 per saham hingga akhir tahun. Apalagi, jika berkaca pada kesuksesan PT Polychem Indonesia (ADMG.JK) yang setelah kuasi, harga sahamnya langsung melesat ke level Rp1.080. "BNBR pun bisa mencapai Rp160 hingga akhir tahun," kata Willy.

Pada perdagangan Selasa (16/8) saham BNBR ditutup menguat Rp1 (1,53%) ke level Rp66 dari sebelumnya Rp65. Harga intraday tertingginya mencapai Rp68 dan terendah Rp64. Volume transaksi mencapai 969,4 juta unit saham senilai Rp64,2 miliar dan frekuensi 2.751 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah ditutup menguat 1,53%, bagaima Anda melihat prospek saham BNBR?

Untuk Kamis (18/8) ini perhatian pasar sudah selayaknya pada Seven Brothers terutama saham BNBR. Saya perkirakan, saham induk usaha grup Bakrie ini, akan atraktif dalam pekan-pekan ini. Sebab, laporan keuangan emiten untuk kuartal II/2011 akan segera dirilis Jumat (19/8/2011) dan sudah audited. Sebelumnya, laporan keuangan emiten, sudah dimasukkan ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Karena itu, pada Kamis (18/8) ini terbuka lebar untuk menguat.

Level support dan resistance-nya?

Dalam pekan ini, saham BNBR.JK bisa ditutup di level resistance Rp73 dan akan bertenger di level Rp75-85 pekan depan. Sedangkan level support di level Rp65.

Mengapa laporan keuangan BNBR sangat menentukan pergerakan sahamnya saat ini?

Saya perkirakan, laba bersih BNBR mencapai Rp100-200 miliar. Ini sangat positif. Sebab, salah satu syarat kuasi reorganisasi adalah laporan keuangan harus plus. Selain itu, BNBR juga harus memiliki blueprint untuk kinerja lima tahun ke depan. Selama lima tahun, BNBR tidak bisa minus lagi dalam laporan keuangannya.

Karena itu, nantinya BNBR akan membuka cabang di Singapura untuk menopang blueprint-nya itu sebagai perusahaan hedge fund. Setelah membukukan kinerja keuangan yang positif berturut-turut dalam lima tahun, emiten juga harus membagikan dividen kepada investor dalam lima tahun itu. Karena itu, saham BNBR sangat prospektif dalam tahun-tahun mendatang.

Kuasi reorganiasi itu sudah pasti bisa segera dilaksanakan?

Kuasi reorganisasi BNBR sudah dipastikan bisa dilakukan tahun ini. Sebab, salah satu syaratnya yakni positifnya laporan keuangan akan menjadi kenyataan pekan ini. Apalagi, BNBR juga sudah mengajukan blueprint kinerja keuangan untuk lima tahun mendatang ke Bapepam.

Mereka juga akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 2 Oktober 2011 untuk meminta persetujuan dari pemegang saham terkait kuasi reorganisasinya itu. Jika semua itu, sudah selesai, semua syarat untuk kuasi reorganisasinya itu terpenuhi.

Lantas?

Menariknya, ada kemungkinan BNBR akan melepas PT Bakrie Telecom (BTEL.JK) yang operasional usahanya saat ini masih gabung dengan BNBR. Sebagai perusahaan investasi, BNBR tidak bisa mencampuradukkan operasionalnya dengan BTEL. Karena itu, mereka akan mencari investor yang akan membeli BTEL. Pasti banyak investor yang ingin membeli BTEL.

Bagaimana dengan faktor valuasi?

Secara valuasi, saham BNBR sangat murah. Sebab, dalam sejarahnya saham ini pernah bertenger di atas level Rp600. Karena itu, saham ini menjadi saham termurah sepanjang sejarah. Dalam grafik dua tahun saja, saham ini di level Rp140-150 per saham. Jadi, dengan harga sekarang di level Rp66 sangat murah.

Kalau begitu, Anda punya target harga hingga akhir 2011?

Target harga BNBR hingga akhir tahun di level Rp160 per saham. Apalagi, jika berkaca pada kesuksesan PT Polychem Indonesia (ADMG.JK) yang setelah kuasi, harga sahamnya langsung melesat ke level Rp1.080.

BNBR pun bisa mencapai Rp160 hingga akhir tahun. Pada saat yang sama, dengan Vallar Plc di dalamnya, secara keuangan BNRB bakal audited dan berkelas internasional. Karena itu, secara fundamental saham ini jadi sangat menarik.

Lalu, berkaca pada laporan keuangan PT Darma Henwa (DEWA.JK) yang minus, begitu laporan keuangannya positif (plus), harga saham DEWA langsung meroket dari level Rp70-80 ke level Rp128 per saham.

Begitu juga dengan PT Energi Mega Persada (ENRG.JK). Pada saat pembukuannya masih minus saham ini bermain di level Rp120-130. Begitu laporan keuangannya plus, langsung melesat ke level Rp265. Karena itu, begitu BNBR merilis kinerja keuangannya plus, saham ini akan langsung bertenger di level Rp80-an. Sebab, investor haus menanti plus-nya laporan keuangan BNBR setelah bertahun-tahun dirundung minus.

Apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan strong buy untuk BNBR karena prospek kinclongnya kinerja dalam lima tahun mendatang. [mdr]

Komentar

Embed Widget
x