Find and Follow Us

Minggu, 15 Desember 2019 | 15:43 WIB

Kekhawatiran Badai Resesi AS, Wall Street Turun

Oleh : Wahid Ma'ruf | Sabtu, 30 Juli 2011 | 06:38 WIB
Kekhawatiran Badai Resesi AS, Wall Street Turun
uinterview.com
facebook twitter

INILAH.COM, New York - Badai resesi dan krisis utang AS telah mendorong investor melakukan aksi jual sehingga mendorong Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (29/7).

Indeks Dow Jones turun 0,7% ke 12.143, indeks Nasdaq turun 0,3% ke 2.756 dan indeks S&P turun 0,6% ke 1.292. Pasar masih tetap mengharapkan terjadi kesepakatan tentang plafon utang AS senilai US$14,3 triliun besok, 11 jam sebelum deadline Selasa mendatang.

"Berbahaya, benar-benar berbahaya. Saat ini pasar merespon dua hal, keserakahan dan ketakutan. Tetapi sekarang yang lebih dominan adalah ketakutan pasar," kata presiden Springer Consulting Investment, Keith Springer, yang dikutip dari yahoofinance.com.

Indeks bergerak melemah sejak Jumat pagi setelah beredar rumor Washington gagal mendapat kesepakatan plafon utang AS. Pasar menyaksikan beberapa anggota parlemen AS melakukan konferensi pers dan wawancara tv dengan pendirian yang bertentangan. Ini semakin mendukung kekhawatiran kesepakatan akan sulit dicapai hingga deadline Selasa besok.

Saham-saham yang turun seperti saham Alcoa trun 0,6%, saham MERK turun 2,2%. Saham Chevron turun 0,9% terjadi aksi ambil untung setelah laba per saham melebihi ekspektasi US$3,8 per saham dari prediksi US$3,5 per saham. Arch Coal turun 0,6% karena laba per saham hanya 44 sen dari ekspektasi 60 sen. Amgen naik 2,3% setelah mencaat laba per saham US$1,3 dari estimasi US$1,2 per saham.

Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II 2011 turun menjadi 1,3% atau lebih rendah dari ekspektasi di 1,8%. Ini berpotensi meningkatkan kekhawatiran double-dip ke depan.

Komentar

x