Find and Follow Us

Sabtu, 23 November 2019 | 03:19 WIB

Utang AS Picu Investor Wall Street Frustasi

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 17 Juli 2011 | 12:09 WIB
Utang AS Picu Investor Wall Street Frustasi
nasdaq
facebook twitter

INILAH.COM, New York - Investor Wall Street nampak frustasi dengan perdebatan antara Demokrat dan Senat yang dikuasai Republik karena tidak ada kemajuan pada pekan kedua bulan ini.

Beruntung musin laporan pendapatan dan laba kuartal II telah tiba. Ini membuat pergerakan Wall Street tidak terlalu jatuh ke zona negatif. Bahkan pada perdagangan Jumat lalu masih bisa naik tipis.

Indeks Dow Jones naik 0,3% ke 12.479, indeks Nasdaq naik 0,9% ke 2.789 dan indeks S&P naik 0,5% ke 1.316. Untuk pekan ini Dow turun 1,4%, indeks S&P turun 2,06% dan indeks Nasdaq untuk pekan ini turun 2,45%. Sektor energi mengalami kenaikan tertinggi dan sektor keuangan mengalami pelemahan terendah untuk pekan ini, demikian dikutip dari yahoofinance.com.

Namun untuk perdagangan selama sepekan dari 11 Juli hingga 15 Juli, indeks S&P turun 2,1%, indeks Dow turun 1,4% dan indeks Nasdaq turun 2,5%.

Dari kubu Republik, John Boehner, menilai presiden Obama dan Demokrat masih tidak serius membahas rencana defisit di perlemen. Penyataan ini menegaskan alasan alotnya pembahasan peningkatan batas atas untuk utang. Namun diperkirakan akan ada kesepakatan 1-2 hari sebelum deadline pada 2 Agustus 2011.

"Selama sepekan pemberitaan soal masalah defisit dan sikap politik semakin menghantui pasar. Investor mulai gugup dan mengamankan portofolio mereka," lata Kepala Strategi Invesasi di Windham Financial Services, Paul Mendelsohn.

Namun beruntung investor akhirnya dihibur dengan laporan peusahaan. Saham emiten besar yang menahan pelemahan Wall Street seperti saham Goldmand Sachsm Morgan Stanley, Bank if America, Apple dan Intel Inc, serta Microsoft.


Komentar

Embed Widget
x