Find and Follow Us

Sabtu, 23 November 2019 | 03:19 WIB

ASII Pimpin IHSG Catatkan Rekor Baru

Oleh : Asteria | Senin, 4 Juli 2011 | 16:11 WIB
ASII Pimpin IHSG Catatkan Rekor Baru
inilah.com/Ardy Fernando
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta- Awal pekan ini, IHSG berhasil lanjutkan penguatan dan catatkan rekor barunya di 3.953. Sektor aneka industri mendongkrak bursa, dipimpin saham ASII.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (4/7) ditutup menguat 26,42 poin (0,67%) ke level 3.953,51, dengan intraday tertinggi di 3.962,28 dan terendah di 3.927,18. Demikian pula indeksa saham unggulan LQ45 yang naik 5,39 poin (0,77%) ke level 704,24.

IHSG sepanjang perdagangan berada di zona positif. Dibuka menguat 0,49% ke level 3.946, indeks terus melejit hingga pada sesi pertama bertengger di angka 3.960. Derasnya dana asing yang masuk berhasil mempertahankan indeks, sehingga berakhir di level 3.953.

Satrio Utomo dari Universal Broker Indonesia mengatakan, IHSG hari berhasil melanjutkan penguatan, meskipun terbatas. "Liburnya Indeks Dow Jones Industrial (DJI) nanti malam, membuat sentimen positif dari bursa regional hari ini terasa tidak terlalu kuat," katanya.

Menurutnya, kenaikan harga hari ini terlihat tidak merata. Pendorong IHSG relatif hanya ASII dan BBRI. Lebih dari setengah kenaikan IHSG justru sumbernya dari ASII. Sedangkan saham BMRI, INTP, dan ITMG malah menjadi beban bagi IHSG. Saham-saham kelompok Bakrie juga masih terlihat terkoreksi.

Adapun bursa AS pekan lalu kembali melanjutkan rally dan rata-rata ditutup menguat 1,5% didorong meredanya kekhawatiran default Yunani, membaiknya data manufaktur AS, dan Nike yang melaporkan kinerja di atas estimasi. Pekan ini, perusahaan perusahaan AS mulai melaporkan kinerja kuartal kedua seperti General Electric, Visa, dan Merck.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 2,293 miliar lembar saham senilai Rp 2,14 triliun dan frekuensi 56.394 kali. Sebanyak 110 saham naik, 89 saham turun, dan 93 saham stagnan.

Asing mengkontribusi penguatan bursa, dimana nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) mencapai Rp430 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli sebesar Rp1,658 triliun dan transaksi jual sebesar Rp1,228 triliun.

Hampir semua sektor mengalami kenaikan, kecuali sektor industri dasar dan infrastruktur. Sedangkan sektor aneka industri melesat dan memimpin penguatan sebesar 4,4%. Disusul sektor manufaktur yang naik 1,4%, perdagangan 0,9%, properti 0,7%, finansial 0,4%, perkebunan dan tambang 0,3% dan konsumsi sebesar 0,06%.

Saham Astra Internasional (ASII) memimpin penguatan dengan naik Rp 2.950 ke Rp 68.500. Kemudian saham Indomobil (IMAS) yang naik Rp 1.600 ke Rp 9.650.

Apresiasi saham otomotif disebabkan penjualan mobil domestik semester pertama 2011 yang tumbuh 12% YoY menjadi 415.200 unit dari 370.214 unit pada semester pertama 2010. Sementara penjualan mobil Juni 2011 mencapai 70.400 unit atau relatif sama dengan tahun sebelumnya yakni 70.387 unit.

Beberapa emiten lain yang menguat adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 25.000, dan Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 250 ke Rp 5.950.

Sedangkan emiten-emiten lain yang melemah antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.200 ke Rp 48.800, Multibreeder (MBAI) turun Rp 750 ke Rp 28.000, Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 17.000, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 300 ke Rp 28.700.

Bursa regional Asia mendukung penguatan IHSG sore ini. Indeks Komposit Shanghai melonjak 53,46 poin (1,94%) ke level 2.812,82, indeks Hang Seng naik 372,37 poin (1,66%) ke level 22.770,47, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 97,02 poin (0,98%) ke level 9.965,09, indeks Straits Times naik 6,73 poin (0,21%) ke level 3.145,74 dan indeks Kospi naik 0,92% ke 2.145,3. [mdr]

Komentar

Embed Widget
x