Find and Follow Us

Senin, 27 Januari 2020 | 07:48 WIB

Kenaikan BBM dan Dow, Penentu IHSG ke 4.000

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 19 Juni 2011 | 17:38 WIB
Kenaikan BBM dan Dow, Penentu IHSG ke 4.000
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diperkirakan akan mendorong kenaikan inflasi yang menjadi salah satu penyebab tertahannya IHSG menembus level 4.000.

Analis saham independen, Taufik Hidayat mengatakan kenaikan harga BBM sudah pasti akan berimbas melejitnya inflasi. BI memprediksi kenaikan harga premium dari Rp4.500 ke Rp5.000 atau Rp5.500 akan menyebabkan inflasi sebesar 6%. "Namun pada akhirnya, saya masih cukup yakin IHSG akan menembus 4.000, meski mungkin terjadinya masih agak lama."

Faktor lain adalah pergerakan indeks Dow Jones ke depan. Mayoritas investor sempat panik ketika Dow anjlok dari 12.800 ke 12.000. Mereka pun mulai memperhatikan yang sedang terjadi di AS. Turunnya Dow tersebut disebabkan oleh data ekonomi AS yang ternyata tidak sesuai diharapan sebelumnya. "Namun yang mungkin kita lupa perhatikan adalah, Dow sudah naik cukup banyak dalam hampir setahun ini."

Sepanjang tahun 2010 lalu, Dow hanya bisa mondar-mandir di level 10.000-an. Namun masuk bulan September 2010 hingga sekarang, Dow terus saja bergerak naik hingga hampir saja menembus level 13.000 beberapa waktu lalu. Ini merupakan kenaikan hingga 30%, hanya dalam beberapa bulan.

Tetapi sejauh ini, tidak ada sesuatu hal yang terlalu mencolok dari perekonomian AS maupun Eropa. Beberapa data perekonomian dari AS, China, hingga Jepang memang di bawah ekspektasi ataupun sedikit turun. Tetapi selisih angkanya tidak sedikit. Kalaupun harga-harga komoditas termasuk CPO dan minyak mentah turun lagi tidak akan berlanjut.

Seperti IHSG, secara teknikal Dow juga mungkin saja turun hingga 11.700-an. Tapi selama tidak ada peristiwa besar seperti krisis mortgage yang pernah terjadi pada 2008 lalu, maka penurunan tersebut hanya sementara. "IHSG akan naik lagi, atau bergerak sideways, begitu juga dengan IHSG."

Komentar

x