Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 09:02 WIB

Susahnya IHSG Menembus Level "Keramat" di 4.000

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 19 Juni 2011 | 15:10 WIB
Susahnya IHSG Menembus Level
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - IHSG diperkirakan akan mengalami koreksi beberapa kali sebelum dapat menembus level 4.000 dalam waktu dekat.

Dalam sebulan terakhir ini IHSG hanya mampu mondar-mandir di kisaran 3.700 3.850. Indeks tidak menguat ke level tertinggi baru tetapi juga tidak melemah ke level support baru. Posisi 3.850 menjadi resistance kuat bagi IHSG. Tercatat, IHSG hanya sempat dua kali saja mampu menembusnya, sebelum kemudian turun lagi.

Menurut analis saham independen, Teguh Hidayat, IHSG akan sama ketika akan menembus level 3.000 yang sangat kesulitan dengan mengalami beberapa kali koreksi. Koreksi pertama sudah terjadi pada Januari Februari 2011 kemarin. Saat itu IHSG sempat turun ke posisi 3.300.

Koreksi berikutnya mungkin akan membuat IHSG turun ke maksimal 3.600. "Mungkin Agustus atau September ini. Pascakoreksi tersebut dan keluarnya laporan keuangan para emiten untuk periode kuartal II 2011, barulah IHSG akan mampu menembus 4.000," ungkapnya.

Sementara analis saham independen yang lain, Herbert S, kemarin. Dari chart pergerakan IHSG terlihat menuju keseimbangan baru di 3.500 3.700, belum ada tanda-tanda pergerakan drastis yang signifikan baik itu ke atas maupun ke bawah.

"Prediksi saya IHSG akan bergerak melandai di range tersebut selama dua bulan ke depan, lalu dilanjutkan dengan rally hingga akhir tahun. Rekomendasi, selective buying saham-saham unggulan yang telah terkoreksi."

IHSG kemarin ditutup turun 18,17 poin atau 0,55 ke 3.722,30. Volume perdagangan 5,1 miliar saham senilai Rp4 triliun. IHSG mengalami net foreign sell Rp9,5 miliar dengan penjualan asing Rp1,37 triliun dan pembelian asing Rp1,36 triliun.

Menurutnya, ada dua faktor yang menghambas IHSG menuju level 4.000 saat ini. Pertama adalah soal greece problem dan pagu utang AS. "Untuk greece saya rasa harusnya relatif mudah diatasi, karena ekonominya relatifkecil, keyakinan saya ialah karena motor penggerak Eropa yaitu Jerman dalam keadaan yang sangat solid."

Komentar

Embed Widget
x