Kamis, 24 Juli 2014 | 07:28 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Otoritas Pasar Modal Perlu Tegas
Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh: Ferdy Hasiman
pasarmodal - Rabu, 5 Agustus 2009 | 17:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Bapepam-LK diminta untuk bertindak tegas terhadap sejumlah kasus pasar modal yang merugikan investor publik. Langkah ini dilakukan seiring maraknya kasus pasar modal yang tidak tuntas.

Tidak ada kemauan di mereka untuk mengusut secara tuntas, kata pengamat pasar modal Yanuar Rizky di Jakarta, Rabu (5/8 ).

Dia mengatakan selama ini baik Bapepam-LK maupun Bursa Efek Indonesia (BEI) kerap kali tidak mengusut tuntas kasus pasar modal dengan alasan terbentur peraturan. Padahal, UU No.8 tentang Pasar Modal yang merupakan undang-undang yang diadopsi dari UU Pasar Modal Amerika Serikat (AS) memberikan perlindungan lebih tinggi kepada investor publik. Mereka selalu bersembunyi di balik UU, Yanuar.

Menurut Yanuar, fungsi pengawasan otoritas pasar modal tidak berjalan maksimal. Padahal, berdasarkan pasal 8 UU No.8/1995 Bapepam-LK sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dapat mengusut kasus pasar modal yang merugikan investor publik. Fungsi pengawasan tidak terlihat sama sekali, katanya.

Di satu sisi, jelas Yanuar, masih sedikit sumber daya manusia (SDM) yang memahami industri pasar modal. Selama ini mereka yang berkecimpung di industri ini lebih banyak berasal dari keuangan dan moneter. Kondisi ini menyebabkan kontrol terhadap otoritas menjadi lemah.

Analis Citi Pacific Hendri Efendi mengatakan, otoritas pasar modal hanya memeriksa saja, sementara penetapan sanksi kurang begitu tegas. Seolah-olah
tidak memiliki kekuasaan, kata Hendri.

Perbaikan itu mencakup penanganan kasus-kasus yang merugikan investor agar tidak diendapkan dan tidak ada tebang pilih dalam penanganan kasus. Otoritas Bursa bersama-sama dengan Bapepam-LK harus transparan dalam mengungkapkan kemajuan penyelidikan dan pemeriksaan.

Hendri memberikan contoh, jika dibandingkan dengan otoritas pasar modal di negara-negara maju seperti AS, sebuah kasus meskipun itu baru dicurigai, otoritas berhak melakukan tindakan untuk mencegah lebih lanjut hal-hal yang merugikan investor. Kalau di kita selama ini kasus yang ada sulit dijangkau hukum, kata Hendri.

Direktur Utama BEI Ito Warsito belum lama ini mengatakan, pihaknya akan melakukan perbaikan di internal BEI guna meningkatkan jumlah investor. "Tapi orang harus meihatnya untuk jangka panjang," tuturnya.

Sejumlah kasus pasar modal yang merugikan investor publik telah mencoreng industri ini, antara lain kasus Sarijaya yang merugikan nasabah sebesar Rp245 miliar, hilangnya kepemilikan investor publik PT
Bank Century Tbk (BCIC) paska diambil alih Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).

Cara pelaku pasar modal dalam melakukan tindakan terpuji sangat beragam mulai dengan menggoreng saham, insider trading hingga aksi korporasi yang tidak jelas. "Kita patut mengacungkan jempol pada otoritas yang telah memberlakukan sistem itu sehingga investor dapat mengakses langsung portofolionya di KSEI dengan syarat perusahaan sekuritas (broker) tersebut sudah mendaftarkan ke KSEI," ujarnya.

Bahkan Yanuar menilai, bursa sering dipergunakan elit- elit tertentu untuk mengambil keuntungan sendiri dengan merugikan investor publik. Menurutnya,
ke depan otoritas harus mampu menciptakan iklim pasar modal yang kondusif dan sistem perdagangan yang sehat serta bebas campur tangan pihak tertentu.

Caranya dengan menegakkan hukum sesuai aturan. Langkah ini penting untuk mengeliminir praktik-praktik manipulasi. Jajaran direksi BEI juga harus menggenjot partisipasi investor lokal yang saat ini hanya 0,21% dari total populasi penduduk sekaligus memancing mereka untuk mendapat rasa ingin memiliki. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.