Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Februari 2019 | 12:25 WIB

'Argo Peuyeum', Kereta Wisata Bandung-Lampegan

Oleh : Dery Fitriadi Ginanjar | Selasa, 29 Maret 2011 | 12:14 WIB

Berita Terkait

'Argo Peuyeum', Kereta Wisata Bandung-Lampegan
inilah.com/Syamsuddin Nasoetion

INILAH.COM, Bandung - Jalur wisata Kereta Api Bandung-Cianjur dilayani kereta api ekonomi jurusan Stasiun Ciroyom-Stasiun Lampegan, atau yang lebih dikenal dengan sebutan "Argo Peuyeum".

"Kereta ini memang awalnya dipakai untuk mengangkut peuyeum (tapai singkong) oleh masyarakat. Karena itu, banyak yang menyebutnya sebagai Argo Peuyeum. Mungkin plesetan dari nama-nama kereta yang umumnya dinamakan argo," ungkap Tour Leader Budi Brahmantyo di sela-sela Penjajagan Jalur Wisata Kereta Api Bandung-Cianjur, Selasa (29/3/2011).

KA "Argo Peuyeum" cuma terdiri dari dua gerbong. Untuk sampai di Stasiun Lampegan Cianjur, penumpang hanya dikenakan tarif sebesar Rp1.500 per orang.

"Selama perjalanan, kita akan melewati 11 stasiun. Yang paling awal adalah Stasiun Tagogapu. Lama perjalanan biasanya 1,5 jam," tandasnya.

Budi Brahmantyo yang juga penulis buku Wisata Bumi Cekungan Bandung, menceriterakan mengenai sejarah peradaban bukit dan sungai di sepanjang perjalanan.

Sementara itu, dalam perjalanan bersama rombongan Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf, terselip seorang anak laki-laki yang begitu sigap memberikan penjelasan tentang perkeretaapian.

Siswa kelas VIII SMP Angkasa bernama Abdullah Putra (14) itu tampak memahami setiap sudut KA "Argo Peuyeum" yang ditumpangi rombongan Dede Yusuf.

"Saya memang menyukai perjalanan menggunakan kereta api. Setiap perjalanannya akan disuguhi pemandangan alami yang sangat indah. Kita akan sulit melihat pemandangan seperti ini kalau naik angkutan lain," kata Abdullah yang lebih suka dipanggil Aga.

Saking pahamnya soal kereta api, Aga sampai bisa memprediksi kecepatan KA "Argo Peuyeum". Dia memperkirakan saat itu KA berjalan dengan kecepatan sekitar 40 km per jam.

"Kereta api ini kecepatannya 40 km per jam, padahal biasanya 60 km per jam. Mungkin karena sedang mengangkut pejabat, jadi agak dipelanin. Takutnya nyenggol bukit-bukit yang dilalui," ujarnya.

Aga mengaku sudah 2 kali menjajal perjalanan Bandung-Lampegan. Pertama kali mengikuti kegiatan ini saat menjajal geotrack pada 19 Februari 2011 lalu. Saking menyukai kereta api, Aga juga bergabung dalam komunitas pencinta kereta api bernama Edan Sepur sejak tahun lalu. [jul]

Komentar

x