Rabu, 1 Oktober 2014 | 01:10 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Cipaganti Tambah 5.000 Armada Senilai Rp1,5 T
Headline
cipaganti.co.id
Oleh: Yatni Setianingsih
pasarmodal - Kamis, 27 Januari 2011 | 20:40 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Bandung - Cipaganti Group menyiapkan dana sekitar Rp1,5 triliun untuk melakukan penambahan armada sebanyak 5.000 unit hingga 2015. Hingga saat ini, perusahaan tersebut telah memiliki 2.500 armada di berbagai lini usahanya.

"Tahun ini kami akan menambah 2.000 armada, hingga 2015 diharapkan sudah terealisasi 5.000 armada," kata Presiden Direktur Cipaganti Group Andianto Setiabudi, Kamis (27/1/2011).

Dia menjelaskan akan menggandeng berbagai perusahaan, seperti PT Mahligai Puteri Berlian, PT Frigia Air Conditioning dan Denso dalam rencana penambahan armada tersebut.

"Penambahan armada akan dialokasikan untuk tujuh subdivisi, yaitu rental, travel, pariwisata, kargo, taksi, dan lain-lain. Armada yang disiapkan terdiri dari jenis armada besar dan kecil," ujarnya.

Dia mengungkapkan penambahan armada tersebut, akan menyerap 10.000 tenaga kerja baru di perusahaannya. "Sebanyak 10.000 tenaga kerja yang terserap tersebut hanya untuk supir saja, belum yang termasuk untuk bidang lainnya," imbuhnya. [jul]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.