Sabtu, 20 Desember 2014 | 17:22 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pilih Saham Berfundamental Kuat
Headline
inilah.com
Oleh: Asteria & Natascha
pasarmodal - Selasa, 4 Januari 2011 | 05:57 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada perdagangan Selasa (4/1) diperkirakan melanjutkan kenaikan. Beberapa saham dengan fundamental menarik, bisa menjadi pilihan pelaku pasar.

Isfhan Helmy, analis pasar modal dari Waterfront Securities mengatakan, IHSG pada perdagangan hari keduanya masih akan menguat. Menurutnya, penguatan indeks kemarin yang disertai net buy asing tinggi di luar kebiasaan, akan memicu penguatan bursa sepekan ini.

“Jangka pendek, indeks akan menembus 3.730 dan kalau tembus akan menuju resistant 3.760. Ini mungkin masih indikasi January effect,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Ia menilai, target pertumbuhan ekonomi (GDP) Indonesia menuju US$3500 per kapita, menjadikan bisnis di tanah air menarik. Tak heran bila kondisi ini pun langsung meyedot investasi asing ke pasar saham, “Pelaku pasar mengantisipasi investment grade,” katanya.

Selain itu, imbuh Isfhan, pada pertengahan Desember, indeks sudah jatuh sangat dalam dari level tertingginya 3.788 ke kisaran 3.500 hanya dalam waktu 5 hari. Hal ini menunjukkan, bahwa secara teknikal, ada peluang penguatan indeks awal tahun ini.

Adapun data-data AS yang keluar pekan ini akan menentukan arah ekonomi AS. Setelah pekan lalu data penting seperti jobless claim turun terendah dalam 2 tahun terakhir, diperkirakan data yang keluar akan terus membaik.

Satu-satunya katalis negatif yang akan menghambat laju bursa adalah inflasi Januari-Maret. Kemarin BPS mengumumkan inflasi Desember 2010 yang mencapai 0,92%. Sehingga, total inflasi Januari-Desember 2010 nyaris mencapai 7% atau 6,96%, sementara inflasi year on year 6,96%.

Tingginya inflasi ini dipicu kebutuhan pangan, akibat cuaca buruk. Terganggunya distribusi dan suplai pun akhirnya menyebabkan kenaikan harga pangan. Namun, Isfhan menilai, pemicu dari kenaikan harga bahan pokok, belum terlalu mendesak BI untuk menaikkan BI rate.

Apalagi BI bisa menggunakan instrumen moneter lain, seperti apresiasi rupiah. “Kecuali kalau harga minyak mentah ikut naik menembus level US$100 per barel,” timpalnya. Ia pun meminta pelaku pasar mencermati pergerakan harga-harga dan BI rate selama 3 bulan.

Untuk pekan ini, Isfhan masih merekomendasikan beberapa saham seperti PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) dengan target harga Rp56.000. Arus kas perseroan yang kuat, nyaris tidak ada utang menjadi salah satu daya tarik emiten ini, “Apalagi dengan tendensi harga batu bara yang terus menguat,” paparnya.

Sedangkan Indofood Sukses Makmur (INDF) juga menarik, karena utang perseroan akan dibayar dengan hasil penawaran saham perdana ICBP. Dengan turunnya outstanding loan, maka kinerja INDF akan meningkat,”Rekomendasi beli dengan target harga mencapai Rp5200,” ujarnya.

Saham lain pilihannya berasal dari sektor perbankan, yakni Bank Negara Indonesia (BBNI). Menurutnya, setelah right issue, BBNI akan makin agresif untuk meningkatkan kreditnya.

Apalagi perseroan menawarkan imbal hasil yang lebih besar dari penempatan di Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Peningkatan kredit membuat BBNI bisa memaksimalkan marginnya,”Rekomendasi beli dengan tergat harga Rp4.200,” tutupnya.

Pada perdagangan Senin (3/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 24,005 poin (0,65%) ke level 3.727,517. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 4,653 juta lembar saham, senilai Rp 4,989 triliun dan frekuensi 101.733 kali.

Sebanyak 122 saham naik, 92 saham turun dan 67 saham stagnan. Penguatan bursa didukung aksi beli asing yang mencatatkan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp632 miliar. Dimana nilai transaksi beli asing mencapai Rp1,730 triliun dan nilai transaksi jual Rp1,098 triliun. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
andy ajjh
Rabu, 5 Januari 2011 | 11:27 WIB
kapan harga saham turun????
andy ajjh
Rabu, 5 Januari 2011 | 11:26 WIB
bagus buangetz,,,,,,
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.