Kamis, 28 Agustus 2014 | 20:05 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pilih-pilih Saham Properti Terbaik
Headline
dok.inilah.com
Oleh: Asteria
pasarmodal - Rabu, 27 Mei 2009 | 10:31 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta Saham sektor properti memiliki daya tarik bagi investor pasar modal. Selain harga sahamnya yang terdiskon paling besar di antara emiten di kelasnya, ekspektasi pemangkasan suku bunga perbankan menambah gairah saham-saham ini.
Saham-saham properti sejak kemarin sudah mulai aktif ditransaksikan dan diburu pelaku pasar. Sejumlah besar saham properti kemudian menjadi penyemarak bursa seperti saham PT Sentul City (BKSL), PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA), PT Ciputra Properti (CTRP), PT Alam Sutera Realty (ASRI) dan PT Summarecon Agung (SMRA).
Namun, sektor properti ini Selasa (26/5) kembali terimbas profit taking setelah menguat signifikan kemarin hingga merosot 1,86%. "Kemungkinan besar saham properti dalam pekan ini juga akan diburu pelaku pasar, hingga menjelang BI rate diumumkan awal bulan depan," papar Ketut Tri Bayuna, riset analis dari Bali Securities.
Sektor properti, lanjut Ketut, di masa mendatang memiliki sentimen yang baik, terutama terkait dengan turunnya tingkat suku bunga kredit perbankan dan makin membaiknya perekonomian domestik.
Indonesia Property Watch memprediksikan, permintaan properti pada semester kedua 2009 mengalami kenaikan permintaan. Peningkatan ini akan terjadi di seluruh jenis properti. Namun kenaikan tertinggi akan dibukukan oleh jenis rumah menengah bawah, apartemen menengah dan hotel.
Proyeksi ini didasarkan pada penurunan BI rate yang saat ini berada di level 7,25%. Analis percaya, setiap penurunan 1% suku bunga, akan mendongkrak kenaikan pangsa pasar kredit pemilikan rumah (KPR) 4-5%. Selain itu, siklus historis juga menunjukkan bahwa permintaan properti biasanya mengalami puncak pertumbuhan di semester kedua.
Tim riset eTrading Securities menyarankan agar investor berinvestasi pada saham sektor properti. Hal ini mengingat valuasi sektor ini yang masih murah, dengan price to book value (PBV) rata-rata sebesar 1-1,5 kali, dengan PBV tertinggi 3 kali. "Saran kita adalah saham properti karena ini bisa menjadi tempat retail yang lebih aman," katanya.
Menurutnya eTrading, antusiasme investor retail terhadap pasar modal semakin besar, terlihat dari bertambahnya pembukaan rekening efek dengan terus mencatatkan rekor tertinggi.
Investor retail saat ini lebih optimis terhadap market meskipun valuasinya sudah tidak murah. "Mereka cenderung mengakumulasi saham bernominal kecil dengan fluktuasi besar sehingga cocok untuk saham sektor properti,"ulasnya.
Hal senada diungkapkan analis dari Panin Securities Purwoko Sartono yang merekomendasikan investor untuk mengakumulasi semua saham sektor properti. Pasalnya, sektor ini sudah terdiskon paling besar di antara sektor lainnya. "Apalagi penurunan bunga kredit akan segera dilakukan," imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, saham sektor properti menjadi alternatif saat saham sektor pertambangan dan perbankan mulai konsolidasi. Salah satu emiten yang direkomendasikan adalah SMRA. "Investor masih bisa beli emiten ini Rp 350 per lembarnya," imbuhnya.
Sedangkan Muhammad Karim, analis pasar modal dari Ciptadana Asset Management menuturkan, dilihat dari polanya, hampir sepekan ini volume transaksi di bursa relatif kecil, sehingga IHSG akan bergerak relatif terbatas.
Namun, peluang penguatan IHSG masih terbuka, terutama didorong oleh saham berkapitalisasi kecil. "Kontribusi saham small cap (kapitalisasi kecil) ini terhadap market sangat kecil, rata-rata hanya 0,3%, sehingga penguatan IHSG pun terbatas," ulasnya.
Saham-saham yang direkomendasikan adalah saham sektor properti, seperti KIJA, CTRA, ELTY, dan SMRA. Ekspektasi peningkatan kinerja KIJA dipicu pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), terutama setelah mendapat izin dari Departemen ESDM. Perseroan optimistis pendapatan naik 150% pada 2010 pasca beroperasinya PLTG di kuartal pertama 2010.
Sementara VP Research & Analysis Nico Omer Jonckheere merekomendasikan saham CTRP. Menurutnya, dengan PBV sebesar 0,66 kali, CTRP akan bergerak di level support Rp 300 dan bila tembus menuju Rp 345. Sedangkan level resistan di Rp 390 selanjutnya menuju Rp 435. "Saya rekomendasikan trading buy untuk CTRP," imbuhnya.
Sementara Ketut Tri Bayuna merekomendasikan saham ELTY terkait fundamental perseroan yang masih cukup bagus. "Bakrieland perusahaan solid, punya market share yang baik, cash flow-nya juga baik. Meski kondisi pasar sedang sepi, Bakrieland masih lebih unggul di antara kinerja saham-saham margin properti lainnya," imbuhnya.
ELTY berencana menerbitkan Sukuk Ijarah I Bakrieland Development 2009 senilai Rp 150 miliar pada Juli 2009. Sukuk Ijarah yang telah mendapat peringkat idBBB+ (sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) ini akan diterbitkan dalam 2 seri, terdiri atas Seri A dengan jangka waktu 2 tahun dan Seri B dengan jangka waktu 3 tahun. Ayo investor tinggal pilih! [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.