Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 7 Maret 2015 | 03:02 WIB
Hide Ads

Cipaganti Bakal 'Ganti Kulit'

Oleh : Jagad Ananda | Senin, 29 November 2010 | 09:46 WIB
Cipaganti Bakal 'Ganti Kulit'
Foto: Istimewa

INILAH.COM, Jakarta - Niat Cipaganti Group menyelenggarakan IPO, kelihatannya sudah bulat. Itu sebabnya, manajemen perusahaan transportasi ini belakangan giat menebar pesona.

Tujuannya, tentu saja, untuk menunjukan bahwa Cipaganti Group bukan perusahaan ecek-ecek. Sehingga, sahamnya layak dikoleksi investor. Kabar terakhir yang dihembuskan pemilik perusahaan bermarkas di Bandung ini adalah tentang rencananya terjun ke bisnis pertambangan batubara.

Melalui PT Cipaganti Inti Resources, perseroan kini telah memiliki lima tambang batubara di Kalimantan Timur. Total kelimanya diprediksi memiliki cadangan 223 juta ton. Tiga dari lima tambang tersebut, tahun depan akan mulai berproduksi.

Menurut Andianto Setiabudi, Presdir Cipaganti Group, pada 2015, lima tambang tersebut ditargetkan mampu berproduksi hingga 12 juta ton per tahun.

Bisnis pertambangan, bagi perusahaan ini, memang bukan barang baru. Sebab, sebelumnya, di samping usaha transportasi, Cipaganti juga telah bergelut di bisnis penyewaan alat-alat berat. Pelanggannya, banyak dari perusahaan pertambangan yang beroperasi di Kalimantan .

Tapi, itu bukan berarti masuk ke bisnis pertambangan semudah membalikkan telapak tangan. Soalnya, modal yang dibutuhkan cukup besar. Untuk bisa berproduksi hingga 12 juta ton per tahun, sedikitnya dibutuhkan dana sebesar US$180 juta.

Nah, mungkin, itulah yang mendorong pemilik perusahaan ini begitu bersemangat untuk terjun ke bursa saham. Kalau tak ada aral melintang, Cipaganti akan melepas 30% sahamnya di bursa pada semester I-2011.

Seraya menggarap usaha tambang batubara, perseroan juga terus memompa usahanya di bisnis transportasi. Armadanya, yang kini mencapai 2.000 unit, akan terus ditambah menjadi 4.000 unit. Itu dilakukan untuk mencapai target pendapatan Rp1,2 triliun tahun ini atau dua kali lipat dari pendapatan tahun lalu.

Asal tahu saja, 60% pendapatan perusahaan saat ini berasal dari otojasa. Sedangkan sisanya diperoleh dari penyewaan alat-alat berat. Nah, jika usaha pertambangan berjalan mulus, lima tahun ke depan 70% pendapatan akan disumbangkan dari batubara. [mdr]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.